Penjelasan aplikasi berbasis cloud (sumber: Istimewa)

Jakarta - Aplikasi berbasis cloud diyakini menjadi salah satu pilihan utama dalam industri manufaktur di masa mendatang. Sistem yang terintegrasi dalam suatu perusahaan dapat meningkatkan penghematan atau efisiensi.

Berdasarkan penelitian, sebanyak 74 persen perusahaan yang disurvei akan mengubah aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) mereka ke sistem cloud dalam waktu lima tahun ke depan. Dalam berbagai laporan analisis industri saat ini, aplikasi cloud telah mulai diadopsi oleh beberapa perusahaan manufaktur sehingga menjadi kebutuhan yang menunjang kinerja perusahaan.

Melihat tren ini, PT Iris Sistem Inforindo menjalin kerjasama dengan QAD Inc, perusahaan penyedia perangkat lunak yang berkantor pusat di Santa Barbara, California, Amerika Serikat.

"Sistem terintegrasi yang dimaksud mulai dari distribusi, perakitan, biaya, rantai pasokan, perawatan aset, dan hubungan dengan pelanggan. Sistem yang terintegrasi membuat pengawasan terhadap perusahaan menjadi lebih mudah," kata Darwin Widjaya, direktur PT Iris Sistem Inforindo, di Jakarta, dalam siaran tertulisnya, Jumat (24/10).

Guna mendukung industri otomotif dalam negeri agar meningkatkan daya saing dan menyiapkan diri bersaing secara global dengan penerapan sistem terintegrasi yang berbasis pada standarisasi industri otomotif.

Tidak tanggung-tanggung, aplikasi QAD Enterprise Cloud yang diperkenalkan terdiri dari tiga kategori. Pertama, QAD Cloud Apps (termasuk QAD Cloud ERP, QAD QMS/Quality Management System, dan QAD TMS/Transportation Management System).

Kedua, QAD Cloud Service (termasuk QAD Cloud EDI/Electronic Data Interchange solution). Lalu QAD Cloud Portal (termasuk QAD Supplier Portal yaitu portal QAD untuk pengaturan aktivitas supply chain).

“Dengan fitur yang lengkap, aplikasi QAD Enterprise Cloud menawarkan layanan Teknologi Informatika yang berkualitas dengan memberikan solusi melalui aplikasi cloud kepada perusahaan manufaktur,” ujarnya.

Produk perangkat teknologi informatika ini pun dibahas dalam seminar otomotif "Global Automitive Best Practise Gaining Competitive Edge in the Local and Global Automotive Industri", dengan menggandeng Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM).

“Seminar ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap industri komponen otomotif lokal agar bisa lebih memahami standar global dan berusaha mengadopsinya agar bisa bersaing dengan pemain regional dan global,” katanya.

ERP memang menjadi salah satu sarana pendukungnya. Tetapi menurutnya, yang lebih penting adalah pemahaman terhadap global standar. Ia beralasan pasar akan semakin terbuka dan pesaing tidak lagi mengenal batas negara

http://www.beritasatu.com/iptek/219914-aplikasi-berbasis-cloud-dapat-tingkatkan-efisiensi-perusahaan.html